Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2017

PENGOLAHAN TANAH SAWAH

PENGOLAHAN TANAH SAWAH Indonesia merupakan salah satu negara kepulauan yang begitu luas. Luas daratan sekitar 188,20 juta Ha dan memiliki kandungan sumber daya lahan yang sangat bervariasi. Dari luas daratan tersebut, yang dapat digunakan dalam bidang pertanian sekitar 100,7 juta Ha yang meliputi lahan sawah, tegalan, lahan tanaman tahunan. Pertanian merupakan proses produksi biologis yang melibatkan makhluk hidup dan bahan organis yang berinteraksi dengan lingkungannya. Makhluk hidup tersebut antara lain tanaman, hewan, maupun organisme yang memanfaatkan energi, hara mineral dan bahan lain yang disediakan oleh alam semesta. Manusia melalui usaha dan upaya melakukan kreatifitas untuk memanfaatkan proses produksi, baik mulai dari kegiatan awal kegiatan pertanain seperti pengolahan tanah, hingga pasca budidaya. Kegiatan pengolahan lahan sawah merupakan kegiatan yang memiliki beberapa tahapan yang bertujuan untuk menggemburkan dan melembekkan tanah supaya tanah tersebut dapat dit...

Ekonomi pertanian

Ekonomi pertanian KELAHIRAN ILMU EKONOMI PERTANIAN Akhir abad 19 ( adanya depresi pertanian Di AS : RURAL ECONOMICS (1892) ( ECOKOMICS OF AGRICULTURE (1901) ( FRAM MANAGEMENT (1903) ( AGRICULTURAL ECONOMICS (1910) Di Eropa : Ilmu Ekonomi Pertanian lahir sebagai cabang ilmu pertanian. Di Indonesia : - Mula-mula dilahirkan pada Fakultas Pertanian ( merupakan “Aspek sosial ekonomi” dari Hukum Pertanian (1950). Selanjutnya juga diberikan pada Fakultas- Fakultas lain seperti: Hukum, Sosial, politik dan Ekonomi. Jadi Hukum Ekonomi Pertanian mulai ada/dikembangkan di Indonesia pada tahun 1950. Definisi : Ilmu yang mempelajari fenomena-fenomena dan persoalan-persoalan ekonomi yang berhubungan dengan bidang pertanian baik mikro maupun makro. Sifat-sifat Hukum Ekonomi Pertanian:  Dapat didekati secara mikro maupun secara makro. Secara Mikro ( berhubungan dengan aspek sosial ekonomi perilaku petani baik dalam proses produksi maupun pemasarannya...

PERBANYAKAN TANAMAN SECARA VEGETATIF SAMBUNG

PERBANYAKAN TANAMAN SECARA VEGETATIF SAMBUNG Grafting m erupakan salah satu cara untuk memperbanyak tanaman dengan jalan memersatukan (menyambung) 2 bagian tanaman sehingga melekat satu sama lain dan tumbuh merupakan satu tanaman. Bagian atas dari tanaman yang baru ( bagian yang disambungkan/ditempelkan) disebut scion, sedang bagian bawah disebut stock atau understam atau batang bawah. Apabila scion merupakan bagian kecil dari kulit pohon yang mengandung satu tunas, maka grafting disebbut budding (menempel, okulasi). Dengan eting- eting dan budding atau penyambungan dan okulasi ini maka tanaman yang baru memiliki sifat-sifat campuran dari kedua induknya, oleh karena itu penyambungan dan okulasi dpat dipergunakan antara lain untuk; a)       Mempertahankan sifat-sifat klon suatu tanaman yang tidak mudah dikembangkan denga stek, layering atau perkembangbiakan aseksual/vegetative yang lain b)       Memperoleh sifat-sifat baik ...

PERBANYAKAN TANAMAN SECARA STEK

PERBANYAKAN TANAMAN SECARA STEK             Stek merupakan cara memperoleh tanaman dengan sebagian batang sehelai daun ,sepotong daun,atau akar yang di siapkan atau di ambil dari tanaman induk. Banyak penelitian yang telah di lakukan untuk memperlihatkan tentang pengunaan zat kimia tertentu untuk merangsang pertumbuhan akar pada stek.Beberapa zat kimia yang telah di coba antara lain:Indol Acetid (IAA),Indol Butyric Acid(IBA),Napthalcna Acctid Acid(NAA).Bahan kimia ini tidak hanya membantu mempercepat menyembuhkan luka dan memproduksi akar,tetapi juga mempercepat perkembangan dan memperbanyak  jumlah akar.Pengunaan pengatur tumbuh harus dengan konsentrasi yang tepat karena masing –masing tanaman membutuhkan konsentrasi optimum yang berbeda.Untuk memudahkan pengaturan ini maka di gunakan roton  F yang bahan aktifnya berupa IBA dengan dosis berupa tepung atau bubuk ,dapat di gunakan secara langsung atau dapat di guna...

PERBANYAKAN TANAMAN CARA VEGETATIF (MENCANGKOK)

PERBANYAKAN TANAMAN CARA VEGETATIF (MENCANGKOK) Permasalahan perbanyakan tanaman yang lazim disebut pembibitan tanaman merupakan usaha atau cara menghasilkan bibit tanaman. Pengadaan bibit tanaman dapat digolongkan menjadi dua, yakni usaha bersifat komersial dan non komersial. Pengadaan bibit yang bersifat komersial adalah pengadaan bibit dalam jumlah besar guna memperoleh nilai lebih dari pengusahaannya sedangkan pengadaan bibit yang bersifat non komersial adalah pengadaan bibit yang hanya ditujukkan untuk keperluan sendiri atau diberikan kepada tetangga dan kenalan untuk memenuhi permintaan mereka (Kalie, 2000). Secara teknis perbanyakan tanaman digolongkan menjadi dua, perbanyakan generatif dan perbanyakan vegetatif. Perbanyakan generatif merupakan perbanyakan secara kawin. Perbanyakan vegetatif disebut juga perbanyakan secara tak kawin. Salah satu perbanyakan secara vegetatif ini adalah dengan cara mencangkok, bahkan cangkok merupakan suatu cara perbnayakan tanaman pal...

PENGARUH KEDALAMAN TANAM TERHADAP PERKECAMBAHAN BENIH DAN PERTUMBUHAN BIBIT

PENGARUH KEDALAMAN TANAM TERHADAP PERKECAMBAHAN BENIH DAN PERTUMBUHAN BIBIT        I.          Perkecambahan Merupakan permulaan proses tumbuhnya embrio yang sebelumnya dalam keadaan istirahat. Biji akan berkecambah apabila syarat yang dibutuhkan untuk perkecambahan terpenuhi. Meskipun demikian perkecambahan biji tersebut sering kali mengalami hambatan yang disebabkan oleh baik factor dalam (keadaanbijiitusendiri) maupun fakto rluar (antara lain adanya air, O2, cahaya, suhu) yang tidak sesuai. Tanah Merupakan suatu sistem komplek yang terdiri dari 4 komponen :batu-batuan (mineral) bahanorganik, air, danzat yang larut serta, jumlah di dalam tanah sangat bervariasi. Begitu juga keadaan udaranya. Dimana keadaan ini dapat dikatakan berlebihan dengan keadaan udara. Berbeda dengan keadaan udara didalam tanah, komposisi udara didalam tanah bervariasi. Makin kedalam kandungan O2 makin rendah, sedangkan kandunga...

PERSEMAIAN KERING

PERSEMAIAN KERING Persemaian merupakan termasuk hal penting dalam budidaya.beberapa faktor yang memepengaruhi pertumbuan tanaman terletak pada persemaian yang dipersiapkan yaitu jenis tanaman serta varietas tanaman yang tentu harus unggul dan bagus untuk di tanam. Persemaian adalah tempat atau areal untuk kegiatan memproses benih menjadi bibit yang siap ditanam di lapangan.penanaman benih ke lapangan dapat dilakuakan secara langsung dan secara tidak langsung yang berarti harus disemaikan terlebih dahulu di tempat persemaian.             Terutama pada budidaya pada varietas yang unggul tahan terhadap hama dan penyakit, jika tanaman yang ditanam terserang penyakit biasanya dilakukan penyulaman, sangat dibutuhkan guna untuk mencapai hasil yang optimal. Bibit merupakan salah satu faktor penting yang menentukan tingkat produktifitas tanaman agar tanaman padi berproduksi tinggi dengan mutu baik. Jadi ciri-ciri benih bermut...

PERSEMAIAN BASAH

PERSEMAIAN BASAH Persemaian merupakan termasuk hal penting dalam budidaya. Beberapa faktor yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman terletak pada persemaian yang di persiapkan yaitu jenis tanaman serta varietas tanaman yang tentu harus unggul dan bagus untuk di tanam. Persemaian adalah tempat atau areal untuk kegiatan memproses benih menjadi bibit yang siap ditanam di lapangan. Penanaman benih ke lapangan dapat dilakukan secara langsung dan secara tidak langsung yang berarti harus disemaikan terlebih dahulu di tempat persemaian, Terutama pada budidaya pada varietas yang unggul tahan terhadap hama dan penyakit, jika tanaman yang di tanam terserang penyakit biasanya dilakukan penyulaman, sangat dibutuhkan guna untuk mencapai hasil yang optimal. Bibit merupakan salah satu faktor penting yang menentukan tingkat produktivitas tanaman agar tanaman padi berproduksi tinggi dengan mutu baik. Jadi ciri-ciri benih bermutu adalah pertama, benih tersebut diketahui varietasnya dan bersert...